ASDP Respons Lonjakan Kendaraan Penyeberangan Ketapang Gilimanuk Hari Ini

Sabtu, 04 April 2026 | 11:06:18 WIB
ASDP Respons Lonjakan Kendaraan Penyeberangan Ketapang Gilimanuk Hari Ini

JAKARTA - Lonjakan arus kendaraan di jalur penyeberangan antara Jawa dan Bali kembali menjadi perhatian pengelola transportasi laut. Aktivitas distribusi logistik yang meningkat membuat kepadatan kendaraan, terutama truk barang, semakin terasa di kawasan pelabuhan penyeberangan yang menjadi penghubung utama kedua wilayah tersebut.

Situasi ini terjadi di jalur penyeberangan antara Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk yang selama ini menjadi salah satu lintasan tersibuk bagi kendaraan logistik maupun penumpang. Untuk menjaga kelancaran arus transportasi, pengelola pelabuhan segera mengambil sejumlah langkah strategis guna mengurai antrean kendaraan yang terjadi.

Perusahaan operator penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry, merespons kondisi tersebut dengan memperkuat koordinasi lintas sektor serta melakukan sejumlah penyesuaian operasional di lapangan. Upaya ini dilakukan agar layanan penyeberangan tetap berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan.

Sekretaris perusahaan, Windy Andale, menyampaikan bahwa pihaknya mengedepankan penanganan terintegrasi untuk menjaga kelancaran layanan di lintasan tersebut.

"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal," ujar Windy dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, melansir Antara, Sabtu (4/4/2026).

Penanganan Terintegrasi Untuk Mengurai Antrean Kendaraan

Peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di jalur penyeberangan ini mendorong pengelola untuk menerapkan berbagai strategi penanganan secara terpadu. Kolaborasi dengan berbagai pihak dilakukan agar pengaturan arus kendaraan dapat berjalan lebih efektif.

Menurut Windy Andale, langkah yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengoperasian kapal, tetapi juga pada pengaturan pola kendaraan di area pelabuhan. Pendekatan ini dinilai penting untuk mencegah penumpukan kendaraan yang dapat menghambat proses pelayanan.

Dengan pengelolaan yang lebih terkoordinasi, proses distribusi kendaraan menuju kapal diharapkan dapat berlangsung lebih tertib. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas barang antara Pulau Jawa dan Bali yang sangat bergantung pada jalur penyeberangan tersebut.

Selain itu, peningkatan komunikasi dengan pemangku kepentingan juga menjadi langkah penting agar seluruh pihak dapat bergerak secara bersama dalam mengatasi kepadatan yang terjadi.

Pengaturan Dermaga Untuk Kendaraan Penumpang Dan Logistik

Salah satu strategi yang diterapkan adalah pengaturan pola muatan kendaraan di setiap dermaga. Pengaturan ini dilakukan agar proses bongkar muat kapal dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Dalam skema tersebut, dermaga satu hingga dermaga tiga difokuskan untuk kendaraan penumpang. Jenis kendaraan yang dilayani di area ini meliputi sepeda motor, mobil pribadi, serta bus yang membawa penumpang.

Sementara itu, dermaga empat serta dermaga khusus LCM dimaksimalkan untuk melayani kendaraan logistik seperti truk pengangkut barang. Pemisahan ini bertujuan untuk mengurangi potensi konflik antrean antara kendaraan logistik dan kendaraan penumpang.

"Skema ini efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat kap menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien," kata Windy.

Dengan pola tersebut, arus kendaraan dapat diarahkan secara lebih teratur sehingga aktivitas di pelabuhan dapat berjalan dengan lebih lancar.

Optimalisasi Operasional Kapal Dan Fasilitas Pelabuhan

Selain melakukan pengaturan dermaga, pengelola pelabuhan juga meningkatkan ritme operasional kapal yang melayani lintasan penyeberangan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses perpindahan kendaraan dari pelabuhan menuju kapal.

General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa optimalisasi operasional dilakukan dengan memastikan seluruh fasilitas dan armada berfungsi secara maksimal.

"Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah, dan fokus kami adalah mempercepat waktu penyelesaian bongkar muat kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang," ucap dia.

Menurut Arief, percepatan proses bongkar muat menjadi faktor penting dalam mengurangi antrean kendaraan di area pelabuhan. Dengan waktu layanan yang lebih cepat, kendaraan dapat segera bergeser menuju kapal berikutnya.

Langkah ini juga didukung dengan kesiapan fasilitas pelabuhan agar proses operasional tetap berjalan dengan lancar sepanjang waktu.

Pengaturan Buffer Zone Untuk Mengendalikan Kepadatan

Pengendalian volume kendaraan juga dilakukan melalui optimalisasi buffer zone atau area penampungan sementara kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan.

Area Pusri difungsikan secara khusus untuk menampung kendaraan logistik, terutama truk sumbu tiga. Lokasi ini mampu menampung hingga seratus lima puluh unit kendaraan.

Sementara itu, buffer zone Bulusan dimanfaatkan untuk menampung sekitar enam ratus unit truk campuran. Pengaturan ini bertujuan agar kepadatan kendaraan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan.

"Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan," jelas Arief.

Hingga Jumat, 3 April 2026, antrean kendaraan dari arah utara yang meliputi jalur Situbondo hingga Banyuwangi tercatat mencapai sekitar tujuh kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Antrean tersebut didominasi oleh kendaraan logistik yang membawa barang distribusi.

Meski antrean cukup panjang, arus kendaraan dari gerbang tol menuju dermaga tetap bergerak. Waktu tempuh kendaraan dari area masuk menuju kapal diperkirakan berkisar antara dua puluh hingga tiga puluh lima menit.

Dengan berbagai langkah penanganan tersebut, pengelola berharap arus kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dapat kembali stabil sehingga aktivitas distribusi barang maupun perjalanan masyarakat tetap berjalan lancar.

Terkini